
Bagi anda mungkin bertanya-tanya, apa ini orang sudah gila, di keluarkan kerja malah mengucapkan terima kasih pada orang yang memberhentikannya, tapi menurut saya tidak, justru saya masih waras malah lebih waras dari orang yang mengomentarinya dan masih menjadi karyawan heuheu… malah saya bangga dengan apa yang saya lakukan karena tidak setiap orang bisa melakukannya, saya bisa membuka peluang bagi orang lain untuk mendapat pekerjaan dari jabatan yang saya tinggalkan, dan mungkin untuk sementara mengurangi pengeluaran bagi pihak kantor yang saya tinggalkan karena sudah tidak harus menggaji saya lagi. betul gak? lanjutkan ? lanjut…Hal seperti ini sebenarnya tidak seberapa, karena masih ada lagi yang lebih Gila yaitu membakar izajah S1 dan berpuluh-puluh setifikat seminar dari luar dan dalam negeri, wah hebat ga tuh? menurut saya hebat bahkan paling hebat, karena di sini sudah hilang satu hal yang menghambat kesuksesan yaitu sudah menghilangkan mental block yang di setiap karyawan sudah pasti 100% ada. Apa saja mental block karyawan? tunggu saja di tulisan saya berikutnya.
Terus gimana orang yang tadi membakar Izajah S1 nya? sungguh ruarrbiasa sekarang beliau sukses, sudah jadi entrepreneur yang sukses, asetnya banyak di mana-mana, kerjaanya cuman jalan-jalan mondarmandir berkeliling indonesia bahkan internasional. mau gak kaya gitu? kalau saya mau, mau jadi entrepreneur, kita kerja untuk kesuksesan kita. betull.betul..betul… ah itukan sudah takdirnya seperti itu? iya memang, tapi yang merubah nasib kita kan hanya kita sendiri, kalau di dalam ajaran agama saya mengajarkan bahwa “Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum jika kaum tersebut tidak mau merubahnya”. tuh jelaskan… nasib kita bisa rubah, kesuksesan bisa kita rencanakan.
Terakhir Terima Kasih pak! saya sudah di Pecat, semoga Yayasan dan Babak bisa bertambah sukses dan lebih baik lagi, karena satu orang karyawan bapak yang ‘GOBLOK’ dan tidak DISIPLIN sudah keluar. hehe…. Hidup Kebebasan!!
Salam Sukses





:pertamax kalo belu ada..
“Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum jika kaum tersebut tidak mau merubahnya”
amat sangat setuju sekali…. :recsel
susah pak kalau sudah bicara soal mental. pendidikan kita sejak SD – kuliah mendidik kita untuk bermental karyawan dan menjadi mesin pabrik…
setuju mas… tinggal tugas kita mengingatkan dan mengajak mereka, untuk kembali kejalan yg benar hehe.. :iloveindonesia
sayapun juga orang gajian sekarang, tapi jika suatu saat dikeluarkan dari pekerjaan masih bingung mau ngapain. hehehehe, mau ikut jejak cosaaranda kali ya ?
kenapa tidak? kalo anda suka dengan internet… sama-sama belajar sama mas cosa